08 August 2009

Bernafas dalam jiwa hamba

Melalui pengalaman melahirkan anak kedua baru-baru ini memang amat memeritkan. Kesakitan ditanggung beberapa hari, dengan emosi yang semakin tidak stabil, sudah pasti menambah keruh keadaan.

Sejak awal kehamilan lagi saya memang mengharapkan agar anak kedua ini dapat dilahirkan secara normal. Moga dimudahkan. Begitulah doa saya setiap kali usai solat. Namun ketentuan yang telah termaktub tidaklah semestinya mengikut harapan kita. Bahkan Allah lah yang lebih mengetahui dan Maha Mengetahui apa yang terbaik buat hamba-hambaNya.

Setelah bertarung sekian lama, akhirnya saya terpaksa jua dibedah untuk kali kedua. Itu hakiakt yang perlu saya terima.

."..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Perasaan hampa memang wujud dalam diri saya. Mustahil untuk saya nafikan. Asbabnya, saya hanya berpeluang untuk hamil hanya 2 kali saja lagi. Dan sudah pastinya perlu dibedah lagi.

Saya sebenarnya mengimpikan anak-anak yang ramai untuk menghiasi kehidupan saya. Maklumlah saya dari keluarga yang besar, 12 adik beradik. Maka saya juga pinginkan anak-anak yang ramai juga (tapi tidaklah sampai 12 orang).

Saya cuba memujuk hati dengan menyelak buku "La Tahzan". Mencari mutiara bagi menghiasi jiwa saya yang lara. Mencari cahaya bagi menerangi jalan untuk berlapang dada...



Ganti Itu dari Allah (Petikan dari buku La Tahzan)

Allah tidak akan mencabut sesuatu dari anda kecuali akan menggantikannya dengan yang lebih baik dengan syarat anda harus bersabar dan mengharap keredhaanNya.

"Barang siapa yang Aku ambil kedua kekasihnya (matanya) kemudian dia bersabar maka Aku akan ganti kedua (mata)nya dengan syurga" (Al-Hadith)

Oleh itu janganlah terlalu resah dengan musibah yang menimpa sebab Dzat yang menentukan itu semua mempunyai syurga, pahala, pengganti dan ganjaran yang besar.

Pada mukasurat yang lain, Dr. Aidh Al-Qarni menyebut "Bercerminlah kepada orang yang mendapat cubaan"

Kita perlu melihat orang sekeliling yang mendapat ujian. Mungkin ujian mereka lebih hebat dari dugaan yang menimpa kita. Sungguh banyak penderitaan yang menimpa, namun banyak pula orang-orang yang bersabar.


Setelah membaca beberapa halaman dari buku tersebut, jiwa saya seolah-olah disirami dengan titis-titis kepasrahan. Salju yang mengalir serta merta menyejukkan hati saya.. Ya Allah... Saya rasa damai sekali...

Bernafaslah dalam jiwa hamba. Agar segala ketentuan menjadi manis dalam jiwa...

1 comment:

.::aiNy::. said...

Assalamu'alaikum..
kak...

hmm...ye..xsemua prkara yg kita impikan kita akan dapat..walau usaha dan pancangan kita hebat..hebat lagi susunan perancangan Allah...

Allah terlalu banyak rahsiaNya..sehingga segalanya terhijab dari pandangan mata kita, si hamba yg kerdil ini...

begitu jugak saat kita merasakan kita dah xdapat peluang itu...kita dah hilang nikmat utk merasainya lagi...tapi bila Allah takdirkan kita dapat kembali apa yg hilang..rahsia Allah...xmustahil...kan kak...

janji Allah...

" dan sungguh, kami benar-benar akan mnguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu;dan akan Kami uji perihal kamu"`Muhammad:31

sama2 kita brdoa...semoga kepasrahan kita dlm redhaNya...segala yang hilang...pasti akan diganti dengan sesutu yg lebih baik...nantikan 'hadiah' dari Allah atas musibah ini....

Laa Tahzan..ya kak...
~juga ingatan utk dri aini sndri yg sedang dalam kegusaran...hmm..